Membangun Prasangka Baik Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

 

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menghadapai segala macam problema hidup yang mungkin dapat membuat diri kita merasakan tekanan yang hebat, mulai dari permasalahan gaya hidup, keuangan, pekerjaan, sebuah perasaan (bagi para pemuda/i 😀 ) atau tanggung jawab yang menghampiri kita di setiap hari. Tidak jarang banyak orang yang merasakan hidup ini begitu berat, bahkan frustasi yang mereka alami menjadikan hidup ini terasa tidak berarti. DepresiBagi seorang muslim mungkin tidak asing lagi dengan kalimat bahwa semua yang terjadi sudah di atur oleh Allah subhanahu wa ta’ala, terlepas dari hal itu kita sukai atau tidak sukai. Karna apa pun yang terjadi pada kehidupan kita itu semua atas seizin Allah swt, Allah swt berfirman dalam Qur’an surat Al-Baqarah ayat 216.

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(Al-Baqarah : 216)

Dalam ayat tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa yang kita benci bisa jadi itu yang terbaik untuk kita, dan yang kita sukai bisa jadi itu yang terburuk untuk kita. Jadi ketika kita merasakan apa yang kita hadapi adalah yang kita tidak sukai, maka sebagai seorang muslim kita harus berprasangka baik kepada Allah subhanahu wa ta’ala, karna semua itu belum tentu buruk untuk kita. Mungkin banyak orang yang berdo’a agar ini dan itu, berdo’a untuk ini dan itu, tetapi do’a tersebut tidak pernah terkabulkan. Mungkin apa yang kita harapkan bisa jadi itu tidak baik untuk kita. Dan Allah subhanahu wa ta’ala pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Dalam beberapa kasus, ketika seorang manusia di timpah kesulitan atau dia tidak mendapat apa yang diinginkannya mereka frustasi, putus asa bahkan melampiaskannya dengan cara bunuh diri. Padahal musibah yang terjadi kepada diri kita pasti terdapat jalan keluarnya, dan Allah tidak akan menimpahkan musibah kepada umatnya melampaui apa yang mereka sanggupi. Allah berfirman dalam Surat Al-Mu’min ayat 108

“…Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.”

(QS.Al-Mumin : 31)

Lantas kenapa Allah subhanahu wa ta’ala menimpahkan sebuah permasalahan atau musibah kepada hambanya?, dalam dua ayat sebelumnya telah di jelaskan bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini telah di atur oleh Allah subhanahu wa ta’ala, baik dan buruknya telah diperhitungkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. jika kita di timbah musibah bukan berarti Allah benci dengan kita apalagi ingin menyiksa kita tetapi semua itu sebuah ujian yang allah berikat kepada seluruh umatnya di dunia ini. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 1-3.

“Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?”. (2)

“Dan sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya, Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (3)

Musibah atau permasalahan yang kita hadapi didunia ini adalah sebuah ujian keimanan yang Allah berikan kepada setiap hambanya, dan allah memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hambanya.

Lantas apa yang harus kita lakukan jika tertimpa permasalahn atau musibah di dunia ini?.

Karena yang memberikan ujian adalah Allah subhanahu wa ta’ala, maka sudah seharusnya kita meminta pertolongan kepada Allah. Karena tiada pertolongan yang patut di pinta selain pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala, Dalam Surat Al-Baqarah ayat 45 Allah berfirman :

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu…” (QS. Al-Baqarah : 45)

Dalam ayat diatas Allah menjelaskan bahwa sabar dan Shalat bisa menjadi penolong kita, maka dari itu dalam keadaan senang maupun susah kita harus selalu mengingat Allah subhanahu wa ta’ala. Tugas kita sebagai manusia hanyalah berusaha dan beriktiar dalam menjalani kehidupan ini, dan serahkan semuanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Wallahu a’lam bish-shawabi.

:: Rahmat

(Di Rangkum dari catatan Materi Studi Islam III UIKA Bogor)

(276)

Komentar

komentar

Leave a Reply