Pesawat R80 Buatan Prof. Habibie Laris Terjual

R80
sumber gambar: http://indonesiaproud.wordpress.com/

Pesawat R80 merupakan rancangan anak bangsa yang digagas PT. Regio Aviasi Industri (RAI) laris terjual meski belum siap produksi. Pesawat tersebut baru siap produksi pada 2018.

Tiga maskapai menandatangani LoI (Letter of Intent) pembelian R80, dua dari tiga maskapai sudah menandatanganinya yaitu Nam Air (Grup Sriwijaya) dan Kalstar Aviation. “Dari 7 maskapai yang menyatakan minat, sudah 3 yang menandatangai Letter of Intent, bahwa mereka akan membeli pesawat sebanyak 145 unit”. ujar Ilham Habibie selaku Komisaris PT. RAI (Bandung: Rabu, 10/9/2014)

R80 atau Regio Prop 80 merupakan pesawat generasi penerus N250, setelah melalu proses modifikasi, badannya dibuat lebih besar. Jika kapasitas N250 hanya 50-60 seat, R80 memiliki kapasitas yang lebih banyak, yakni 80-90 seat. R80 ini didesain untuk rute dengan jarak tempuh kurang dari 600KM dan mampu diakomodasi oleh bandara dengan landasan pendek. Sangat cocok untuk kepulauan seperti Indonesia.

Beberapa keunggulan dari pesawat R80 yakni lebih ekonomis, murah baik dari segi harga dan pemeliharan, juga irit bahan bakar karena merupakan pesawat terbang berbaling-balin (turboprop). Selain itu, pesawat R80 juga dapat dikendalikan secara elektronik atau dikenal dengan istilah fly by wire. R80 memiliki perbandingan antara angin yang dingin dihasilkan dari udara di body pesawat dengan angin yang dikeluarkan pada engine di belakang pesawat lebih tinggi (Bypass ratio).

“Saya menyampaikan bahwa Airbus atau Boeing itu bypass rationya 12, makin tinggi bypass ratio makin sedikit konsumsi bahan bakar dan lebih cepat, ini (R80) bypass rationya 40, kami perhitungkan pesawat terbang ini sasarannya lebih sedikit 30 persen (penggunaan bahan bakar).” ujar Prof. Habibie.

R80 merupakan asli karya anak bangsa yang desainnya dikerjakan oleh 50 ahli, termasuk para ahli dari PT. Dirgantara Indonesia. Saat memasuki tahap pengembangan dan produksi, PT. RAI akan membutuhkan tambahan SDM setidaknya 500 hingga 1.000 orang. Diharapkan kelahiran R80 mampu mengangkat pamor industri Dirgantara Nusantara.

(192)

Komentar

komentar

Leave A Comment