Skip to main content

Learning and Sharing

Berkah Tanpa Jual Rokok, Swalayan Pamella Hidupi Ratusan Karyawan

KujangBogor.Com – Pamella Supermarket merupakan salah satu “retail store” di Yogyakarta, Indonesia yang dirintis oleh pasutri Sunardi Syahuri dan Noor Liesnani Pamella pada 14 September 1975 M (08 Ramadhan 1395 H)[1]

Seorang ibu kelahiran 13 setember 1955, bersuamikan Sunardi Syahuri dan dikaruniani anak lima menantu empat dan cucu yang berjumlah 13. Merupakan perempuan gigih, inspiratif bagi banyak kalangan, pasalnya perempuan ini banyak memilik kesibukan termasuk sejak tiga tahun terakhir ini beliau banyak berkecimpung dalam orgaisasi sosial yaitu mempunyai panti asuhan sekaligus pondok pesantren. Perempuan yang memiliki nama Noor Lisnani Pamella merupakan salah satu tokoh inspirasi dari Yogyakarta. Beliau merupakan salah satu owner swalayan Pamella yang tersebar di setiap sudut kota, saat ini berjumlah 7[2].

Sejak tahun 2003, jaringan Pamella Swalayan tidak lagi menjual rokok di 8 supermarketnya. Meski memegang teguh komitmen sehatnya tersebut, jaringan swalayan di Yogyakarta ini masih sanggup menghidupi lebih dari 500 karyawan[2].

Keputusan untuk tak menjual rokok bermula ketika Noor Liesnani Pamella, pemilik Pamella Swalayan Supermarket, memperhatikan peringatan bahaya rokok yang terpampang pada iklan-iklan rokok. Ia kemudian semakin yakin lantaran buah hatinya terus mendesak agar dirinya berhenti menjual rokok.

“Saya merasa tidak enak setelah membaca peringatan di iklan rokok. Jadi sebenarnya (peringatan) iklan itu menyentuh hati saya,” tutur Pamella mengomentari bunyi iklan rokok yang menyertakan peringatan bahaya kesehatan, ketika disambangi detikHealth di kantornya yang terletak di Jalan Kusumanegara, Yogyakarata, seperti ditulis pada Kamis (22/5/2014)[3].

Menurutnya lagi, untuk mendirikan pusat perbelajaan baru tanpa rokok akan lebih mudah ketimbang menghilangkan rokok dari pusat perbelanjaan yang sudah lama berdiri. Pasalnya terkadang ada masyarakat yang memberikan komentar tak sedap.

Meski demikian, keputusannya tak pernah menyesali keputusannya. Selain mendapat penghargaan dari Yayasan Jantung Indonesia, ia juga berhasil mendirikan Pamella 8, Pamella Beauty Centre, Pamella Futsal, dan SPBU. Seluruh bisnisnya itu mempu menghidupi lebih dari 500 tenaga kerja yang seluruhnya dilarang merokok[3].

Sumber:
[1] http://pamellagroup.blogspot.com/
[2] Wien, Sukses Saya Berasal dari Orang Lain, (http://www.kompasiana.com/tanpa_oo)
[3] Husnantiya, Muamaroh, Tanpa Jual Rokok, Swalayan Pamella Hidupi Lebih dari 500 Karyawan, (http://health.detik.com/)