5 Tahap Sebelum Anda Memulai Mendirikan Startup

Mendirikan/membangun sebuah startup tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. Yang perlu diperhatikan selain konten yang dibangun, tapi juga harus memperhatikan konteks yang diberikan. Soal startup itu akan menghasilkan pendapatan, itu perkara belakang setelah adanya feedback yang baik dari target market dari didirikannya startup itu sendiri.

Oh iya, ada yang penting juga dalam mendirikan/membangun sebuah startup yaitu tim kerja yang solid, yang dimana tim itu terdiri para ahli dibidangnya. Misal: Ada yang ahli dibidang brand strategis, programming, share marketing, dan manajemen.

Nah, seandainya Anda yang memiliki hasrat mendirikan/membangun sebuah startup, setidaknya harus belajar juga secara teori sebelum langsung terjun ke lapangan :D. Lalu, ada ungkapan yang menjawab pertanyaan ‘bagaimana startup ini bisa berjalan?’ jawabannya ‘ya lakukan saja apa yang Anda bisa.. :)’.

Related: Tanda gagalnya strategi SEO

5 tahap sebelum Anda memulai mendirikan/membangun startup yang dikutip dari entrepreneur.com yang ditulis oleh: Cindy Yang Head of Small-Business Group for NerdWallet) yaitu:

  1. Establish goals (Menetapkan tujuan).

Sebuah startup atau perusahaan apapun, harus memiliki tujuan dari didirikan/dibangunnya startup atau perusahaan karena dengan adanya tujuan itu Anda akan dapat mengarahkan kemana startup itu akan berjalan. Tanyakan pada diri Anda, Apa tujuan mendirikan startup, model seperti apa yang akan diterapkan untuk mencapai tujuan Anda. Itu harus Anda pikirkan agar arah didirikannya startup itu menjadi jelas.

  1. Think through your business (Pikirkan bisnis Anda).

Apa produk atau jasa Anda, dan bagaimana potensial pelanggannya? Bagaimana Anda akan menarik pelanggan tersebut? Siapa yang akan menjadi pesaing Anda? Jika Anda tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, risiko gagal untuk memulai akan tinggi. Hal ini akan menjadi bagian hidup Anda mulai sekarang: menganalisis pasar secara konstan dan berputar bila diperlukan.

  1. Have an early client base (Memiliki klien awal).

Poin ke tiga ini kita perlukan untuk memulai mendirikan startup yaitu memiliki pelanggan yang membayar Anda, sebelum benar-benar Anda putuskan untuk bekerja secara penuh atau paruh waktu. Jika belum ada, lakukan secara mandiri sambil ‘menyelam minum susu’ 😀

  1. Talk to your loved ones (Berbicara dengan orang yang Anda cintai).

Berbicara dengan orang yang kita cintai sebelum memutuskan untuk mendirikan starup atau bisnis sangat diperlukan, karena dalam menjalankannya kita tidak bisa sendiri.  Anda perlu berkomunikasi mengenai ambisi dan tujuan mendirikannya startup kepada keluarga Anda, teman dan orang yang dicintai. Bagian dari keberhasilan Anda – mungkin sebagian besar – akan tergantung pada dukungan mereka. Anda akan bekerja berjam-jam, berurusan dengan stres dan ketidakpastian dan mengatasi tantangan yang sulit. Anda akan membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitar Anda.

  1. Adopt an all-or-nothing mentality (Mengadopsi semua mentalitas atau tidak sama sekali).

Jika Anda akan ingin memulai bisnis Anda sendiri secara sukses, Anda harus keluar dari pola pikir perusahaan-karyawan Anda. Dalam riset pasar, penciptaan produk dan pengembangan bisnis – yang memungkinkan Anda untuk mengetahui strategi apa yang akan Anda lakukan pada banyak bidang untuk mencapai sukses yang berkelanjutan.

Mentalitas semua atau tidak sama sekali akan membantu memastikan bahwa lompatan kewirausahaan akan menyebabkan hasil yang luar biasa – untuk diri sendiri, untuk perusahaan Anda dan untuk karir Anda.